Tuesday, March 29, 2016

MATERI IMAN KEPADA ALLOH



PENGERTIAN IMAN KEPADA KITAB ALLAH SWT.

1. Pengertian kitab-kitab Allah SWT,

                        Rukun iman yang ketiga adalah iman kepada kitab Allah SWT. Arti kata kitab adalah tulisan atau yang ditulis, berasal dari kata “kataba” yang berarti menulis. Dalam bahasa Indonesia kitab diartikan buku. Adapun yang dimaksud kitab di sini adalah kitab suci.
Ada dua jenis kitab suci:

a.       Kitab suci samawi, yakni kitab suci yang bersumber dari wahyu Allah SWT. dan biasa disebut Kitabullah (Kitab Allah SWT.). Ada yang berwujud Kitab dan ada yang berwujud Shahifah atau Shuhuf.

b.      Kitab suci ardhi, yakni kitab suci yang tidak bersumber dari wahyu Allah SWT. melainkan bersumber dari hasil perenungan dan budi daya akal manusia sendiri.
Adapun pengertian Kitabullah adalah kalam atau firman Allah SWT.  yang diwahyukan melalui malaikat Jibril kepada Nabi dan Rasul-Nya yang mengandung perintah dan larangan sebagai pedoman hidup bagi ummat manusia.


2. Pengertian iman kepada kitab-kitab Allah,

            Yang dimaksud dengan iman kepada kitab-kitab Allah SWT. yaitu meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT. telah menurunkan kitab-kitab-Nya kepada paraNabi dan Rasul yang berisi wahyu Allah SWT. berupa perintah dan larangan untuk disampaiakan kepada umat manusia agar diunakan sebagai pedoman hidup di dunia.



3.      Dalil naqli dan aqli terkait dengan iman  kepada kitab-kitab Allah SWT.

a.    Dalil Naqli  :
Al-Qur’an
           
Artinya:
“Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur'an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat”. (QS. Al-Baqarah:4).


Hadits Nabi SAW.:


Artinya:
Beritahukan aku tentang Iman “. Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, (HR. Muslim). (dikutip dari himpunan hadits Arba’in karya Imam An-Nawawi)


b.    Dalil Aqli    :

Allah SWT Maha ‘Alimun (=Tahu) bahwa manusia adalah makhluk yang dha’if (=lemah). Sedangkan Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Rahman (=Pengasih) dan Maha Rahim (=Penyayang). Atas hal itulah Allah SWT berkehendak memberikan bimbingan kepada manusia agar tetap menjadi makhluk paling mulia di sisi-Nya dengan memberikan pedoman berupa kitab suci lengkap dengan uswah hasanah (contoh tauladan) yang berupa seorang Nabi dan Rasul.

4.      Nama-nama kitab Allah SWT. beserta para Nabi dan Rasul yang menerimanya:
Ø  Kitab Taurat      
Ada yang menyebutnya Thoret atau Thora. Diturunkan kepada  Nabi Musa AS (=Moses) abad ke 15 SM untuk Bani Israil dan berbahasa Ibrani.

Kandungan kitab Taurat:
a.       Perintah mengesakan Allah SWT.
b.      Larangan membuat dan menyembah patung berhala.
c.       Larangan menyebut Nama Allah SWT. Dengan sia-sia.
d.      Perintah mensucikan hari Sabtu.
e.       Perintah menghormati ayah dan ibu.
f.       Larangan membunuh sesama manusia.
g.      Larangan berbuat zina.
h.      Larangan mencuri.
i.        Larangan menjadi saksi palsu.
j.        Larangan mengambil istri orang lain.

Ø  Kitab Zabur        
Juga ada yang menyebut Mazmur maupun Paska. Diturunkan kepada  Nabi Dawud AS (=David) pada abad ke 10 SM untuk Bani Israil dan berbahasa Qibthi.
Kandungan kitab Zabur:
a.       Do’a
b.      Dzikir
c.       Nasihat
d.      Hikmah
e.       Menyeru kepada ketauhidan
f.   Tidak berisi syari’at.

Ø  Kitab Injil           
Ada yang menamakan Bibel maupun Alkitab. Diturunkan kepada  Nabi Isa AS (=Yesus Kristus) pada awal abad ke 1 M untuk Bani Israil dan berbahasa Suryani.

Kandungan kitab Injil:
a.       Seruan tauhid kepada Allah SWT.
b.      Ajaran hidup zuhud dan menjauhi kerusakan terhadap dunia.
c.       Merevisi sebagian hukum Taurat yang sudah tidak sesuai.
d.      Berita tentang akan datangnya Nabi akhir zaman bernama Ahmad atau Muhammad.

Ø  Al-Qur’an           
Nama lainnya adalah Adz-Dzikru, Al-Furqon, Al-Bayan, Al-Huda, dsb. Diturunkan kepada  Nabi Muhammad SAW (=Ahmad) pada abad 7 M mulai 6 Agustus 610 M untuk pedoman seluruh manusia dan berbahasa Arab.
Artinya:
“Kami menceriterakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan Al Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang belum mengetahui”. (QS. Yusuf: 3)

Dan Rasulullah pula bersabda seperti apa yang di firmankan oleh Allah SWT.
     


  Artinya: “atas engkau membaca al-Quran adalah cahaya bagimu dibumi dan     
                 simpananmu dilangit.”(HR. Ibn Majah)
·         Menjadikan al-Quran sebagai sumber hukum dan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kehidupan sehari-hari banyak problem kehidupan yang tidak dapat diatasi oleh manusia.sepertinya:
- Berbagai macam jenis penyakit timbul tanpa diketahui cara pengobatannya,
- terjadinya bencana yang tidak disangka-sangka,
- terjadinya gejolak sosial,dsb.

Semuanya itu merupakan dampak sikap sikap manusia yang meninggalkan
al-Quran. Padahal Rasulullah saw. Telah berpesan dalam sabdanya yang berbunyi:

Artinya: “kutinggalkan untukmu dua perkara (pusaka), kalian tidak akan tersesat
selama berpegang kepada keduanya, yaitu (al-Quran) dan sunnnah rasulNya.”(al-Hakim)


5.      Shuhuf-shuhuf yang diturunkan kepada para Nabi dan Rasul.
Disamping menurunkan kitab suci, Allah SWT. juga telah menurunkan petunjuk-Nya dalam bentuk lembaran-lembaran yang disebut Shahifah atau Shuhuf.

     
      Artinya:
      “Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa”.   (QS. Al-A’la: 18-19)

      Shuhuf adalah wahyu yang diturunkan dari Allah SWT. kepada para utusan-Nya dalam bentuk lembaran (shahifah). Menurut sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari Abu Dzar R.A., bahwa shuhuf itu hanya bersisi tentang AMTSAL (=perumpamaan).
     
      Diantara para Rasul yang telah menerima shuhuf dari Allah SWT. adalah:
      a. Nabi Adam AS.      :           10 shuhuf.
      b. Nabi Syits AS.        :           50 shuhuf.
      c. Nabi Idris AS.         :           30 shuhuf.
      d. Nabi Musa AS.       :           10 shuhuf.
      e. Nabi Ibrahim AS.    :           10 shuhuf.


6.       Isi pokok dari kitab-kitab Allah
Pada dasarnya kitab-kitab suci memuat tentang beberapa hal, yakni:
a.       Hukum I’tiqodiyah; hukum tentang keyakinan, seperti iman kepada Allah SWT.,
Malaikat, Kitab, Rasul, Hari akhir dan Taqdir.
b.      Hukum Khuluqiyah; hukum tentang akhlaq, yakni kewajiban para mukallaf untuk memperhias diri dengan perilaku utama (akhlaqul karimah) dan menghindarkan diri dari perilaku tercela (akhlaqul madzmumah).
c.       Hukum ‘Amaliyah; hukum tentang amal perbuatan, yakni segala perkataan, perbuatan dan tindakan manusia.


7.       Fungsi kitab suci bagi kehidupan sehari-hari:
a.       Menenteramkan hati.
b.      Mempertebal keyakinan.
c.       Menambah ilmu pengetehuan.
d.      Mengetahui riwayat (sejarah) umat masa lampau.
e.       Memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
f.       Menanamkan sikap toleransi terhadap pemeluk agama lain.


8.      Faedah Iman Kepada Kitab Allah

Iman kepada kitab-kitab Allah akan membuahkan faedah yang agung, di antaranya :

Pertama          : Mengetahui perhatian Allah terhadap para hambanya dengan     
                           menurunkan kitab kepada setiap kaum sebagai petunjuk bagi mereka.
                                                     
Kedua             : Mengetahui hikmah Allah Ta’ala mengenai syariat-syariat-
  Nya, di mana Allah telah menurunkan syariat untuk setiap    
  kaum yang sesuai dengan kondisi mereka, sebagaimana yang   
  Allah firmankan.

Ketiga             : Mensyukuri nikmat Allah berupa diturunkanya kitab-kitab(sebagai                         
  pedoman dan petunjuk, eyd).


9.      Fungsi beriman kepada kitab-kitab Allah SWT diantaranya, yaitu :

1.      Mempertebal keimanan kepada Allah SWT. Karena banyak hal-hal kehidupan manusia yang tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan dan akal manusia, maka kitab-kitab Allah manusia menjawab permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan manusia, baik yang tampak maupun yang gaib.

2.      Memperkuat keyakinan seseorang terhadap tugas Nabi Muhammad saw. Karena dengan meyakini kitab-kitab Allah, maka akan percaya terhadap kebenaran Al-Qur’an dan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw.

3.      Menambah ilmu pengetahuan. Karena dalam kitab-kitab Allah, disamping berisi tentang perintah dan larangan Allah, juga menjelaskan tentang pokok-pokok ilmu pengetahuan untuk mendorong manusia mengembangkan dan memperluas wawasan sesuai dengan perkembangan zaman.

Menanamkan sikap toleransi terhadap pengikut agama lain. Karena dengan beriman kepada kitab-kitab Allah, maka umat islam akan selalu menghormati dan menghargai orang lain.hal ini sesuai apa yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadis.

No comments:

Post a Comment