Friday, March 11, 2016

MAKALAH ASCOMYCETES



ASCOMYCETES
1.    Morfologi Ascomycetes
Klasifikasi Ascomycetes
Kingdom         : Fungi
Divisi               : Ascomycota
Subdivisi         : Ascomycotina
Class                : Ascomycetes
Divisi Ascomycota ini bercirikan talus yang terdiri dari miselium bersepta. Reproduksi seksual membentuk askospora di dalam askus. Ada yang hidup sebagai parasit, yang menimbulkan penyakit pada tumbuhan. Jamur Ascomycota “jamur kantung” ada yang uniseluler dan multiseluler. Jamur ini ada yang bersifat parasit dan ada juga yang bersifat saprofit. Kebanyakan Ascomycetes membentuk askus dalam jasad buah yang kompleks. Disuatu masa dahulu, kumpulan yang mengeluarkan askus dengan nyata dipanggil ‘Euascomycetes’ (yang bermakna “ascomycete yang benar”) sementara ahli-ahli yang hanya mempunyai askus tunggal, diletakkan dibawah ‘Hemiascomycetes’ (“separuh ascomycete”). Pengkelasan dibawah Euascomycete adalah berasaskan jenis-jenis jasad buah ahlinya: yaitu terbagi pada jasad buah jenis apotesium (disebut sebagai ‘Discomycete’), peritesium (‘Pyrenomycetes’) dan kleistotesium (‘Plectomycetes’). Ascomycota dapat ditemukan pada makanan yang busuk. Warnanya dapat merah, cokelat, atau hijau. Ascomycota dapat mengakibatkan penyakit tanaman, misalnya pada kacang, stroberi, dan apel.
Ciri-ciri umum Ascomycetes
A.  Spora seksual melalui meiosis: Ascomycetes adalah jamur dimana proses seksual melibatkan pembentukan spora haploid (askospora) yang terhasil melalui proses meiosis. Proses ini dilakukan oleh nukleus diploid yang berasal daripada askus. Askus-askus pula akan membina jasadbuah yang dipanggil askokarpa.
B.  Spora aseksual melalui mitosis: Ascomycetes juga melakukan pengeluaran spora secara aseksual. Secara umum, spora aseksual yang tidak menjalani pengawanan seksual disebut konidiospora (‘konidia’) yang dikeluarkan diatas hifa tegak yang khusus, dipanggil konidiofora (atau tangkai spora; ‘fora’ = tangkai). Proses pembentukan adalah melalui mitosis.
C.  Fase anamorf dan teleomorf: Kini, fasa aseksual Ascomycetes (khususnya untuk kumpulan Deuteromycetes) diberi nama yang khusus – fasa anamorf (bentuk yang tidak-sempurna; imperfect form), jika ini berlaku, maka fasa hidupannya bukan lagi anamorf, tetapi telah bertukar menjadi teleomorf (bentuk yang sempurna).
Ciri-ciri morfologi Ascomycetes :
1)      Reproduksi aseksual dengan konidia
2)      Reproduksi seksual terjadi dalam ascus, suatu struktur seperti kauntung yang mengandung 8 ascuspora
3)      Hifa bersepta, contoh : Aspergillus dan Penecillium
2.    Anatomi Ascomycetes
a)      Jamur Ascomycota “jamur kantung” ada yang uniseluler dan multiseluler.
b)      Ada yang bersifat parasit dan ada juga yang bersifat saprofit.
c)      Hifa bersekat.
d)     Berkembangbiak secara seksual dengan membentuk spora yang dihasilkan dalam suatu kantung (askus) yang disebut askospora
e)      Berkembangbiak secara aseksual dengan membentuk konidiospora, yaitu spora yang dihasilkan secara berantai pada ujung suatu hifa
f)       Didalam askus terdapat 8 buah spora karena 2 inti diploid melakukan pembelahan meiosis menghasilkan 4 inti haploid. setiap haploid akan membelah secara mitosis sehingga setiap askus terdiri dari 8
3.    Metabolisme Ascomycetes
Ascomycetes anggotanya ada yang uniseluler contohnya Saccharomyces cereviceae (khamir), Penicilium chrysogenum (pembuat antibiotik), Aspergillus wentii (membuat kecap) ,tetapi sebagian besar anggotanya multiseluler, contohnya Morchella esculenta, Sarcosypha coccinea, Venturia inaequalis (merusak apel), Claviceps purpurea (penyebab penyakit ergot pada gandum),dll. Beberapa jenis jamur bersimbiosis menjadi mikoriza, sebagian lagi bersimbiosis menjadi lumut kerak, sebagian besar sporofit pada sisa organisme. Contoh Ascomycetes yang terkenal ialah :
a)      Aspergillums : Jamur ini kedapatan dimana-mana sebagai safrofi, koloni yang sudah menghasilkan spora warnanya menjadi coklat kekuning-kuningan,kehijau-hijauan atau kehitam-hitamaan, ini sedium yang semula berwarna putih sudah tidak tampak lagi. Makanan kita yang kita biarkan terbuka mudah sekali dihinggapi. Aspergillus kumigatus menyebabkan penyakit paru-paru pada hewan dan kadang-kadang juga pada manusia.
Gambar Aspergillus
b)      Penecillium : Jamur ini serupa dengan Aspergillus hanya dengan pengamatan mikroskop dalam susunan konidia-nya. Spesies yang terletak ialah penecillium natatum penecillium chy sogenum karena keduanya menghasilkan zat antibiotik penecillium. Penecillium rogueporsi dan penecillium cameniberh adalah spesies yang digunakan dalam pembuatan keju.
 
Gambar Penillium
c)      Rhizopus : Beberapa spesies hidup sebagai saprofil dan beberapa spesies lain hidup sebagai parasit pada tumbuh-tumbuhan. Rhizopus higricans kedapatan dimana-mana semua miseliumnya tampak seperti sekelompok kapas, lama kelamaan koloni menjadi berwarna kehitam-hitaman karena banyaknya sporaiungum dan spors. Rhizopus itu banyak menyerupai mucor, hanya miselium rhizopus terbagi-bagi atas stolon, yang menghasilkan alat-alat serupa akar ( rhizoida) dan sporangifor.
Gambar Rhizopus
4.    Reproduksi Ascomycetes
Reproduksi Aseksual Ascomycetes
Dilakukan dengan membentuk kuncup. Kuncup terbentuk pada sel induk yang kemudian lepas. kadang-kadang kuncup tetap melekat pada induk selnya membentuk rantai sel yang disebut hifasemu atau pseudohifa.

Reproduksi seksual ascomycetes
·         Mula-mula Hifa berbeda jenis saling berdekatan.
·         Hifa betina akan membentuk Askogonium dan hifa jantan akan membentuk Anteridium, masing-masing berinti haploid.
·         Dari askogonium akan tumbuh Trikogin yaitu saluran yang menghubungkan askogonium dan anteridium.
·         Melalui trikogin anteridium pindah dan masuk ke askogonium sehingga terjadi plasmogami.
·         Askogonium tumbuh membentuk sejumlah hifa askogonium yang dikarion. Pertumbuhan terjadi karena pembelahan mitosis antara inti-inti tetapi tetap berpasangan.
·         Pada Ascomycota yang memiliki badan buah, kumpulan hifa askogonium yang dikariotik ini membentuk jalinan kompak yang disebut Askokarp. Ujung-ujung hifa pada askokarp membentuk askus dengan inti haploid dikariotik.
·         Di dalam askus terjadi kariogami menghasilkan inti diploid. 8)Di dalam askus terdapat 8 buah spora. Spora terbentuk di dalam askus sehingga disebut sporaaskus. Spora askus dapat tersebar oleh angin. Jika jatuh di tempat yang sesuai, spora askus akan tumbuh menjadi benang hifa yang baru.
  • Catatan: didalam askus terdapat 8 buah spora karena 2 inti diploid melakukan pembelahan meiosis menghasilkan 4 inti haploid. setiap haploid akan membelah secara mitosis sehingga setiap askus terdiri dari 8 buah spora

5.    Contoh dan Peranan Ascomycetes
5.1   Contoh  dan peranan spesies yang menguntungkan
Contoh spesies:
a. Sacharomyces cerevisae:
sehari-hari dikenal sebagai ragi.
- berguna untuk membuat bir, roti maupun alkohol.
- mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan
proses fermentasi.
b. Neurospora sitophila:
jamur oncom.
c. Peniciliium noJaJum dan Penicillium chrysogenum
penghasil antibiotika penisilin.
d. Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti
berguna untuk mengharumkan keju.
e. Aspergillus oryzae
untuk membuat sake dan kecap.
f. Aspergillus wentii
untuk membuat kecap
g. Aspergillus flavus
menghasilkan racun aflatoksin Þ hidup pada biji-bijian. flatoksin salah satu penyebab kanker hati.
h. Claviceps purpurea
hidup sebagai parasit padabakal buah Gramineae.
i. Tuber magnatum atau Truffle putih digunakan dalam kuliner.
j. Saccharomyces ellipsoideus, untuk pembuatan wine dari anggur.
k. Saccharomyces tuac, untuk pemuatan tuak dari air nira.
l. Neurospora sitophila, untuk pembuatan oncom
m. Neurospora crassa, kapang yang dipakai sebagai organisme model dalam biologi.
n. Morchella esculenta dan Sarcoscypha coccinae, yang tubuh buahnya dapat dimakan.
Beberapa ordo dari Ascomycetes, terutama Eurotiales, Tuberales, Pezizales, dan Helotiales, mempunyai spesies yang diduga membentuk ektomikoriza dengan pohon
khamir (ragi roti) Saccharomyces cereviceae, untuk pembuatan roti dan minuman beralkohol.
5.2   Contoh dan peranan spesies yang merugikan
Venturia inaequalis penyebab penyakit yang merusak buah apel.
Clavisceps purpurea penyebab penyakit ergot pada tanaman gandum. Gandum yang terkena spesies ini akan menimbulkan ergotisma pada hewan atau manusia yang memakannya
Aspergillus flavus, yang hidup pada Kacang dan media lain yang sejenis, dapat membahayakan lever dan mengandung karsinogenik
 ergot    Morchella esculenta
Claviceps purpurea                                                     Morchella esculenta
venturia
Venturia inaequalis

No comments:

Post a Comment